Pages

Friday, May 9, 2014

Angkus and Angma


Angkus adalah angsa yang mempunyai sifat angkuh, pemalas, dan tamak. Angkus juga mengambil harta warisan orang tuanya ketika orang tuanya meninggal. Angma adalah angsa yang sifatnya berlawanan dengan Angkus. Ia adalah angsa yang jujur, rajin bekerja, dan amat baik budi. Ia menyadari kalau adiknya memang bersifat culas dan serakah terhadap harta, maka ia hidup sendiri dengan sederhana. Ia mencari kayu bakar dan dijual untuk hidupnya. Pada suatu malam, ketika Angma tidur ia bermimpi ditemui seorang kakek tua yang menyuruhnya agar pergi ke sebuah goa. Kakek itu bilang kalau apa yang diinginkannya akan terkabul.
      Begitu bangun dari tidurnya Angma langsung pergi menyusuri hutan dan mencari goa yang dimaksud oleh si kakek tua dalam mimpi. "Wah ini pasti goa yang dimaksud kakek itu", bisiknya dalam hati. Ia berjalan cepat lagi dan mendekati pintu goa di tepi hutan itu. Di dalam goa itu gelap sekali. Lama dia komat-kamit bersemedi dan akhirnya keluarlah cahaya yang sangat terang-benderang. Ia berdoa"Yang Maha Kuasa berilah hamba kecukupan setiap hari agar tidak sengsara". Tiba-tiba setelah mata Angma dibuka didepannya terdapat Bokor yang bercahaya.
       Dengan senang hati Angma segera membawa bokor kembali kembali ke rumahnya. Kebetulan  keadaan kampung sedang sepi. Ia berpikir dalam akalnya, "Pasti Angkus akan kaget setelah aku tidak menjadi penjual kayu bakar lagi". Angma dengan cepat menyelinap ke dalam rumahnya. Dirumah, Angma tidak tahu bagaimana cara menggunakan bokor itu. Karena perutnya sudah terasa lapar sekali Angma menggosok bokornya dan berteriak, "Hai bokor sakti, berilah aku jagung dan air". Bokor itu mendesing dan makananpun keluar. Angma tak tahu bagaimana menghentikannya. Tidak sengaja ia memegang mulut bokor itu, maka berhentilah bokor itu mendesing.
      Kehidupan Angma kelihatan makmur sejak ada bokor itu. Ia mulai jarang mencari kayu bakar ke hutan. Angma tidak bingung lagi mencari kayu bakar untuk dijual sebagai kepentingan hidupnya sehari-hari. Ia hanya tinggal menikmati apa yang dia inginkan maka akan terkabulkan. Tetapi lain bagi si Angkus. Ia mulai curiga dengan kemakmuran Angma. Angkus sangat penasaran dan mencari-cari tahu, namun tidak pernah menemukan jawaban yang memuaskan. Akhirnya pada suatu hari ia mengetahui secara langsung dengan mata kepalanya sendiri tentang apa yang dilakukan Angma. Dasar Angkus memang jelek tabiatnya, setelah tahu kakaknya makmur dengan adanya bokor saktinya, maka suati hari Angkus mencuri bokor itu.
      Angkus meniru seperti apa yang dilakukan oleh Angma. Sudah lama sekali ia melakukan komat-kamit doanya. Tetapi ia tidak tahu begaimana menggunakan bokor itu. Karena perutnya sudah terasa lapar sekali kemudian Angkus menggosok bokornya dan berteriak, "Hai bokor sakti, berilah aku jagung dan air". Bokor itu mendesing dan makananpun keluar. Angkus senang hati karena jagung yang datang kelihatan enak sekali . Ia melihat jagung yang keluar satu persatu. Angkus panik tidak bisa menghentikan bokor sakti milik Angma. Jagung-jagung keluar terus dan sudah hampir menenggelamkan Angkus sehingga ia ketakutan. Angkus pun menjerit,"Toloooonnnnnnggg...........!".
      Malam gelap sekali Angma sedang tidur dengan nyenyak di atas ranjang kesayangannya. Samar-samar Angma mendengar suara orang minta pertolongan. Kelihatannya suara itu semakin lama semakin keras sekali sehingga membuat Angma terjaga dari tidurnya. Angma keluar rumah dan ingin segera mencari tahu dari mana asal suara yang minta pertolongan itu. Ia kesana kemari berjalan dengan cepat. "Ah, kedengarannya suara itu dari rumah si Angkus, Ada apa dengannya?" pikir Angma mengingat Angkus adalah saudaranya sendiri pula. Ia segera berlari.
       Setelah mendekati rumah Angkus, Angma benar-benar yakin kalau Angkus berteriak-teriak minta pertolongan. "Aku harus mendobraknya!" katanya dalam hati. Angma langsung mendobrak pintu depan dengan sekuat-kuatnya. Dan ternyata benar, Angkus hampir mati tertimbun  jagung di dalam biliknya. Mulanya Angkus sangat malu karena ketahuan Angma bahwa ia pencuri bokor saktinya sehingga ia hampir mati. Tetapi karena Angkus yakin bahwa Angma memang baik hati maka ia pun menerima uluran tangan permintaan maaf atas perbuatan curangnya terhadap saudara sendirinya itu.


Sumber :  Cerita Rakyat                                  English Version .......

Sunday, March 30, 2014

Petualangan Guliver




Dahulu kala di negara Inggris ada seorang dokter muda bernama Guliver. Ia senang berlayar ke negara yang sangat jauh. Hingga pada suatu saat, ketika ia berlayar, datang angin topan yang sangat dahsyat. Semua orang yang naik kapal tersebut terlempar ke laut. Guliver terus berenang di antara ombak yang bergulung-gulung. Akhirnya ia terdampar di sebuah pantai. Ketika ia membuka matanya, tubuhnya telah diikat dengan tali kecil dan banyak prajurit-prajurit kecil yang membawa tombak mengelilinginya. "Jangan bergerak! Lihatlah keadaanmu!" "Hai laki-laki raksasa, siapakah kau sebenarnya ?". "Namaku Guliver, kapal yang aku naiki tenggelam dan aku terdampar disini." "Baiklah, kau akan kami bawa ke Istana." Kemudian prajurit-prajurit kecil mengangkat dan menaikkan Guliver ke atas kendaraan raksasa yang ditarik kuda-kuda kecil.
Setelah tiba di Istana dan tali-tali yang mengikatnya dilepaskan, Guliver menceritakan kejadian yang menimpa diri dan kapalnya kepada raja. "Baiklah, kau boleh tinggal disini asal kau berkelakuan baik dan sopan", kata sang Raja. Setelah itu raja menyuruh pelayannya untuk menyiapkan hidangan untuk Guliver. "Sebagai rasa hormat saya, saya ingin memberikan hadiah kepada Baginda," kata Guliver sambil mengeluarkan sebuah pistol dan mencoba menembakkannya. Door!! Orang-orang di kota tersebut terkejut dan berlarian mendengar suara pistol Guliver. "Hm.. meriam yang hebat,"kata Raja.
Keesokan harinya, Guliver berjalan berkeliling kota setelah diijinkan oleh Raja. Guliver merasa sedang berjalan diantara gedung-gedung yang bagaikan mainan. Guliver semakin akrab dengan penduduk-penduduk di lingkungan Istana. Guliver memberikan kenang-kenangan berupa sebuah jam kepada mereka. Suatu hari, Raja datang dengan putrinya untuk berunding. Raja merasa bingung karena raja negeri tetangga ingin menikah dengan putrinya. Tetapi putrinya tidak menginginkannya. Namun, jika permintaan tersebut ditolak, raja negeri seberang mengancam akan datang menyerang. "Baiklah, aku akan berusaha menolong, Tuanku." Guliver minta disediakan tali-tali yang diberi kail pada ujungnya. Ketika ia pergi ke pelabuhan, kapal-kapal musuh sudah berjejer di tengah laut. Guliver pergi ke arah kapal itu. Tiba-tiba ia diserang dengan panah-panah kecil yang tidak terasa dibadan Guliver. Ia hanya menutup matanya dengan tangan agar panah-panah itu tidak mengenai matanya. Guliver menarik kapal-kapal musuh ke pelabuhan. "Hidup Guliver!", "Hebat! Guliver sangat kuat." Akhirnya raja negeri tetangga memohon maaf dan berjanji tidak akan berperang lagi dan akan menjalin persahabatan.
Esok harinya, Guliver menemukan perahu yang sudah rusak dan hanyut terombang-ambing ombak. "Kalau kondisi perahu ini baik, aku... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Petualangan Sinbad

Dahulu, di daerah Baghdad, timur tengah, ada seorang pemuda bernama Sinbad yang kerjanya memanggul barang-barang yang berat dengan upah yang sedikit, sehingga hidupnya tergolong miskin. Suatu hari, Sinbad beristirahat di depan pintu rumah saudagar kaya karena sangat lelah dan kepanasan. Sambil istirahat, ia menyanyikan lagu. "Namaku Sinbad, hidupku sangat malang, berapapun aku bekerja dengan memanggul beban di punggung tetaplah penderitaan yang kurasakan." Tak berapa lama muncul pelayan rumah itu, menyuruh Sinbad masuk karena dipanggil tuannya.
"Apakah namamu Sinbad ?", "Benar Tuan". "Namaku juga Sinbad", kata sang saudagar. Ia pun mulai bercerita, "Dulu aku seorang pelaut. Ketika mendengar nyanyianmu, aku sangat sedih karena kau berpikir hanya kamu sendiri yang bernasib buruk, dulu nasibku juga buruk, orangtua ku meninggalkan banyak warisan, tetapi aku hanya bermain dan menghabiskan harta saja. Setelah jatuh miskin aku bertekad menjadi seorang pelaut. Aku menjual rumah dan semua perabotannya untuk membeli kapal dan seisinya. Karena sudah lama tidak menemui daratan, ketika ada daratan yang terlihat kami segera merapatkan kapal. Para awak kapal segera mempersiapkan makan siang. Mereka membakar daging dan ikan. Tiba-tiba , permukaan tanah bergoyang. Pulau itu bergerak ke atas, para pelaut berjatuhan ke laut. Begitu jatuh ke laut, aku sempat melihat ke pulau itu, ternyata pulau tersebut, berada di atas badan ikan paus. Karena ikan paus itu sudah lama tak bergerak, tubuhnya ditumbuhi pohon dan rumput, mirip seperti pulau. Mungkin karena panas dari api unggun, ia mulai bergerak liar.
Mereka yang terjatuh ke laut di libas ekor ikan paus sehingga tenggelam. Aku berusaha menyelamatkan diri dengan memeluk sebuah gentong, hingga aku pun terapung-apung di laut. Beberapa hari kemudian, aku berhasil sampai ke daratan. Aku haus, disana ada pohon kelapa. Kemudian aku memanjatnya dan mengambil buah dan meminum airnya. Tiba-tiba aku melihat ada sebutir telur yang sangat besar. Ketika turun, dan mendekati telur itu, tiba-tiba dari arah langit, terdengar suara yang menakutkan disertai suara kepakan saya yang mengerikan. Ternyata, seekor burung naga yang amat besar.
Setelah sampai disarangnya, burung naga itu tertidur sambil mengerami telurnya. Sinbad menyelinap dikaki burung itu, dan mengikat erat badannya di kaki burung naga dengan kainnya. "Kalau ia bangun, pasti ia langsung terbang dan pergi ke tempat di mana manusia tinggal." Benar, esoknya burung naga terbang mencari makanan. Ia terbang melewati pegunungan dan akhirnya tampak sebuah daratan. Burung naga turun di sebuah tempat yang dalam di ujung jurang. Sinbad segera melepas ikatan kainnya di kaki burung dan bersembunyi di balik batu. Sekarang Sinbad berada di dasar jurang. Sinbad tertegun, melihat disekelilingnya banyak berlian.
Pada saat itu, "Bruk" ada sesuatu yang jatuh. Ternyata gundukan daging yang besar. Di gundukan daging itu menempel banyak berlian yang bersinar-sinar. Untuk mengambil berlian, manusia sengaja menjatuhkan daging ke jurang yang nantinya akan diambil oleh burung naga dengan berlian yang sudah menempel didaging itu. Sinbad mempunyai ide. Ia segera mengikatkan dirinya ke gundukan daging. Tak berapa lama burung naga datang dan mengambil gundukan daging, lalu terbang dari dasar jurang. Tiba-tiba, "Klang! Klang! Terdengar suara gong dan suling yang bergema. Burung naga yang terkejut menjatuhkan gundukan daging dan cepat-cepat terbang tinggi. Orang-orang yang datang untuk mengambil berlian, terkejut ketika melihat Sinbad.
Sinbad menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Kemudian orang-orang pengambil berlian mengantarkan Sinbad ke pelabuhan untuk kembali ke negaranya. Sinbad menjualya terlihat sebuah air terjun besar. Dengan membawa Sinbad, gajah itu masuk ke dalam air terjun me berlian yang didapatnya dan membeli sebuah kapal yang besar dengan awak kapal yang banyak. Ia berangkat berlayar sambil melakukan perdagangan. Suatu hari, kapal Sinbad dirampok oleh para perompak. Kemudian Sinbad dijadikan budak yang akhirnya dijual kepada seorang pemburu gajah. "Apakah kau bisa memanah?" Tanya pemburu gajah. Sang pemburu memberi Sinbad busur dan anak panah dan diajaknya ke padang rumput luas. "Ini adalah jalan gajah. Naiklah ke atas pohon, tunggu mereka datang lalu bunuh gajah itu". "Baik tuan," jawab Sinbad ketakutan.
Esok pagi, datang gerombolan gajah. Saat itu pemimpin gajah melihat Sinbad dan langsung menyerang pohon yang dinaiki Sinbad. Sinbad jatuh tepat di depan gajah. Gajah itu kemudian menggulung Sinbad dengan belalainya yang panjang. Sinbad mengira ia pasti akan dibunuh atau di banting ke tanah. Ternyata, gajah itu membawa Sinbad dengan kelompok mereka  baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...