Pages

Tuesday, February 18, 2014

KISAH YUE-YUE YANG TRAGIS DAN DIABAIKAN 18 ORANG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - KISAH YUE-YUE YANG TRAGIS DAN DIABAIKAN 18 ORANG

Yue Yue bocah yang berusia 2 tahun menjadi korban tabrak lari di pasar grosir di China selatan kemungkinan akan tetap dalam keadaan koma, menurut dokter senior di rumah sakit yang merawatnya.
Qu fei fei, ibu Yue Yue, dalam penderitaan emosional berbicara tentang anaknya yang telah dinyatakan mati otak. Dia mengatakan kepada anak perempuannya: “Jangan menyerah , ibu tidak menyerah untuk menyembuhkanmu, biarkan ibu memiliki satu kesempatan lagi untuk mencintai dan memanjakan Anda ”
Kejadian ini membangkitkan kemarahan orang-orang di China dan di seluruh dunia pada hari Selasa (18/10), menimbulkan tanda tanya besar apakah keajaiban ekonomi China telah membuat hilangnya moral dalam kebangkitannya.
Yue Yue dibiarkan tergeletak di jalan oleh 18 orang yang lewat setelah akhirnya ditolong dan diselamatkan oleh orang ke-19 kini tetap dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif rumah sakit militer Guangzhou jantung industri Guangdong China.
Kepala bedah saraf rumah sakit, dikutip oleh surat kabar harian lokal Guangzhou, mengatakan bahwa Yue Yue menderita cedera parah di kepala dan sedang koma, hanya mampu bernapas dengan bantuan ventilator.
Wang Weiming, kepala departemen bedah saraf di rumah sakit militer Guangzhou, mengatakan Yue Yue menunjukkan tidak ada gejala perbaikan dan sangat tidak mungkin untuk memulihkan kemampuan mentalnya.
“Pasien in masuk kriteria kematian otak,” tambahnya, “tapi tubuhnya relatif masih memiliki refleks nyeri, sehingga dia tidak dapat dinyatakan sebagai mati otak.”
Orang tua gadis itu, yang memiliki sebuah kios kecil di pasar grosir dekat Foshan, di mana insiden itu terjadi, berjaga bergantian di samping tempat tidur putri mereka, dengan harapan bahwa ia bisa sembuh.
Ibu gadis itu, bernama Nyonya Qu, mengatakan ia pindah ke Foshan pada tahun 2003 untuk memulai usaha dan menyewa apartemen disana.
Pasangan kelas menengah ini mengatakan mereka telah dibanjiri panggilan dukungan dan menawarkan sumbangan untuk perawatan medis putri mereka, tetapi ia menolak tawaran, mengatakan mereka “sangat menghargai” tapi tidak diperlukan.
Orang tua Yue Yue menghindar menyuarakan perasaan mereka atas insiden itu, mengatakan mereka hanya ingin fokus pada pemulihan Yue Yue, tetapi kakeknya,Tuan Wang mengaku dalam surat kabar setempat bahwa dia “membenci orang berdarah dingin yang lewat.”
Ia menambahkan bahwa ia mengenal setidaknya satu orang yang lewat tersebut. “Saya ingin memukulnya, tapi akhirnya saya menahan diri,” katanya seperti dikutip di harian Southern Metropolis.
Kisah Yue Yue menyentuh kemarahan jutaan orang di China dan di seluruh dunia.
Di China, laporan video insiden itu tonton lebih dari 2 juta orang di internet dalam waktu 24 jam dan pada Sina Weibo (versi Twitter China) menarik 4,4 juta komentar pada periode yang sama, diselenggarakan di bawah slogan “akhiri sikap berdarah dingin.”
Dengan cerita tadi malam tampaknya telah memicu kampanye nasional pada Sina Weibo dibawah spanduk “Tolong Hentikan Apatisme” yang merupakan topik panas nomor satu, dengan ribuan posting menyerukan untuk kembali ke kesadaran moral di China.
“Tragedi Yue Yue tidak boleh terulang, moralitas seharusnya tidak hilang, kita harus memiliki hati nurani. Mulai hari ini, tawarkan bantuan untuk mereka yang membutuhkan anda, karena merawat orang lain adalah membantu diri sendiri,” kata panggilan untuk perubahan itu.
Diskusi publik bahkan mencapai halaman Harian Rakyat, corong Partai Komunis China yang biasanya tetap menjaga jarak dari perdebatan massal yang mencuat di papan diskusi internet China.
“Meskipun menyelamatkan orang selalu membawa ‘masalah,’ namun, mengabaikan orang sekarat atau bahkan membantu tindakan jahat dengan kelalaian adalah merobek dasar etika masyarakat dan melunturkan rasa belas kasih yang mendalam dalam jiwa masyarakat,” tulis kolumnis senior, Li Hongbing.
Orang yang mendapat pujian dunia karena menyelamatkan Yue Yue adalah Chen Xianmei (58) yang dikatakan bekerja sebagai pembantu di siang hari dan menambah penghasilan dengan mengumpulkan sampah untuk daur ulang pada malam hari.
Orang tua Yue Yue yang difoto bertemu wanita itu, membungkuk ‘hormat’ – sebuah ekspresi publik untuk berterima kasih bahwa dia telah berhenti untuk membantu putri mereka ketika begitu banyak orang berjalan mengabaikannya.
Wanita itu berkata dia tidak berpikir tentang risiko penuntutan berbahaya ketika dia turun tangan untuk membantu Yue Yue – alasan yang beredar secara luas di China mengapa 18 orang lainnya tidak berhenti untuk menolong.
Dia mengatakan kepada wartawan ia telah menemukan  Selanjutnya........

Monday, February 17, 2014

Kepompong dan Kupu-Kupu


Pada suatu hari seorang anak menemukan kepompong. Anak itu menganggap kepompong yang ia temukan lucu sekali, bila disentuh ia akan bergerak-gerak. Sejenak setelah anak itu mengamati kepompong, tampak ujung kepompong itu mulai robek.. ternyata sudah waktunya seekor kupu-kupu keluar dari kepompong itu.
Anak itu memperhatikan kejadian yang belum pernah dilihatnya dengan sangat serius. Ia melihat bagaimana seekor kupu-kupu bergerak-gerak mencoba menjejalkan dirinya dalam sebuah lubang sempit agar dapat keluar dari kepompongnya.
Beberapa menit kemudian anak itu sudah dapat melihat kepala dan sebagian tubuh dari kupu-kupu itu. Tetapi ia belum dapat melihat bakal sayapnya, karena memang belum kelihatan. Diam-diam ia mulai penasaran bagaimana wujud sayap kupu-kupu itu. “Pasti sangat indah” gumamnya. Kupu-kupu itu tampak kesulitan sekali saat mencoba keluar dari kepompong, kelihatannya seperti ada yang tersangkut.
Tiba-tiba seorang anak lain memanggilnya, lalu ia pun pergi bermain-main dengan anak itu. Sekitar satu jam kemudian anak itu kembali lagi dan mengamati kepompong yang akan menetas itu. Ia heran, ternyata kupu-kupu itu belum keluar juga. Kupu-kupu yang sudah setengah kelihatan itu malah hanya diam saja, seolah-olah sudah menyerah dari perjuangannya untuk dapat keluar dari kepompong itu.
Merasa kasihan, anak itu lalu mengambil gunting, lalu memotong sedikit pada lubang di kepompong itu. Usahanya ternyata berhasil, kupu-kupu itu dapat keluar dari kepompongnya dengan lancar. Sejenak, anak itu menjadi teringat pelajaran IPA di sekolahnya, bahwa sayap kupu-kupu baru mengembang setelah ia keluar dari kepompongnya.
Beberapa waktu ia menunggu, bahkan lebih dari satu jam ia menunggu ternyata sayap kupu-kupu itu tidak mengembang sama sekali. Memang, pada akhirnya kupu-kupu itu tetap hidup, tetapi seumur hidupnya ia tidak dapat terbang karena memiliki sayap yang terlalu kecil.
Anak itu ternyata tidak memahami bahwa kupu-kupu itu memang sudah seharusnya bersusah payah saat keluar dari kepompongnya. Saat menjejalkan dirinya dalam ............. (selanjutnya)


Saturday, February 1, 2014

AEVO, SI PENDAKI GUNUNG

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - AEVO, SI PENDAKI GUNUNG
Bercerita tentang seorang pendaki gunung yang bernama Aevo, yang memaknai hidup dari perjuangan yang dia lakukan. Hampir seluruh waktu dalam hidupnya dipakai untuk menaklukkan gunung-gunung yang menjulang tinggi, hanya untuk melihat pemandangan mana yang terindah. Semakinn tinggi gunung yang dia taklukkan, semakin indah pemandangan yang ia dapatkan. Hingga pada suatu kesempatan,Aevo memutuskan untuk mendaki sebuah gunung yang amat tinggi. Aevo merasa itulah gunung tertinggi yang pernah ia hadapi. Dalam hati Aevo ada ketakutan,hal yang selalu datang dalam hatinya setiap akan mendaki sebuah gunung. Seperti biasa pula, Aevo berusaha menenangkan hatinya.
Setelah merasa cukup tenang,Aevo mulai melangkahkan kaki, selangkah demi selangkah. Mendaki gunung yang akan menghadiahi dia banyak tantangan dengan bekal seadanya.
Tidak terasa, Aevo sudah mendaki seperempat dari gunung tersebut. Aevo melihat sejenak ke belakang, jalan yang sudah ia lalui. Dalam pikirannya, dia berkata, "Ah, masih belum jauh." Sambil terus melangkahkan kakinya. Sampai langkahnya harus terhenti oleh seekor ular yang berjalan di hadapannya. Sesaat Aevo panik, dan ingin menghindar. Namun, sedikit gerakan tubuhnya, menyadarkan ular tersebut akan kehadiran Aevo di sekitarnya. Ular tersebut memandang Aevo yang sedang berusaha tenang, dan ternyata ketenangan Aevo akhirnya membuat ular tersebut pergi.
Aevo melanjutkan perjalannya dengan sisa bekal yang masih ada. Ketegangan karena ular tadi cukup membuat Aevo kehilangan tenaga. Kini Aevo sampai di posisi tengah dari gunung tersebut. Saat Aevo sadar akan posisinya, ada ketakutan muncul kembali dalam hatinya. Betapa jauh dan terjalnya jalan yang sudah ia lalui, dan yang masih akan dia jalani. Ditambah dengan bekal yang sudah sangat menipis. Aevo takut akan mati di tengah jalan. Sesaat kembali Aevo duduk dan mengumpulkan semangat, kembali pada motivasinya. Setelah yakin, Aevo kembali melangkah. Dia mulai dapat melihat pemandangan yang indah namun masih buram.
Sampailah Aevo pada tiga per empat bagian gunung itu. Ada pemandangan yang sangat mengerikan. Terdapat beberapa tulang belulang manusia di sana. Yang mungkin tewas saat mendaki dunung tersebut. Segera Aevo membuka bekal dan terkejut. Tinggal sepotong roti di sana. Pikiran Aevo terguncang, takut akan kematian yang ada dalam benaknya. Namun saat memandang ke bawah, Aevo sadar, sudah terlalu jauh. Saat memandang sekelilingnya, Aevo mulai melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat, namun masih buram. Dan saat ia memandang ke atas, dia sadar, tinggal beberapa langkah lagi. Segera Aevo menghabiskan roti itu, dan dengan tekad bulat memutuskan akan mendaki gunung tersebut sampai tuntas.
Langkah-langkah Aevo terus bergantian, walau lelah sudah tak terkatakan lagi. Aevo terus berusaha, walau terjatuh beberapa kali. Naik, naik, dan terus naik. Sampai Aevo melihat............Selanjutnya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...