Pages

Saturday, May 4, 2013

Kisah Kancil dan Rubah



Pada suatu hari ada seekor rubah yang sedang bermain di hutan , tiba-tiba dia melihat seekor kancil yang sedang berbaring di bawah sebuah pohon, dengan mengintip diantata dedaunan dia mengambil kerikil kecil kemudian melemparkannya kearah kancil yand sedang istirahat tersebut, karena berhasil mengenai tubuh kancil rubah itu pun tertawa kecil, dan berusaha untuk tetap sembunyi.
Sang kancil yang terkena lemparan kaget dan mencari siapa yang melemparnya, rubah yang sudah merasa berhasil mengerjai sang kacil tidak menyadari kalau kancil telah melihat dirinya, dengan sedikit marah sang kancil juga mengambil kerikil kecil dan melemparkan ke arah rubah dan juga berhasil mengenainya, rubah merasa sedikit kesakitan berkata “Beraninya kamu melempar saya”
“Kamu kan yang mulai” jawab kancil dengan nada mengejek. Rubah pun mengambil batu besar dan kembali melempar kancil, kancil yang melihat lemparan tersebut dengan gesit menghindari lemparan itu dan naas bagi rubah, di saat yang bersamaan pak beruang lewat di belakang kancil. Karena lemparan tidak mengenai kancil batu besar itu mnendarat pas di atas hidung pak beruang.
“Siapa yang melakukan ini?” teriak beruang, dengan sedikit ketakutan sang kancil menunjuk ke arah rubah. Rubah yang merasa bersalah langsung kabur menyelamatkan diri, denga penuh emosi beruang mengejarnya. Karena tubuhnya yang lebih besar beruang tidak bisa menagkap sang rubah yang berlari dengan cepat di antara pohon-pohon tumbang. Rubah terus menjauhi beruang,  merasa belum aman dia terus berlari dan akhirnya sampai di tepi sungai, dia pun bingung tak tahu harus lari kemana lagi, sambil mencari cara untuk menyeberang sungai dia pun menelusuri sungai dan sesekali menoleh ke belakang.
Dalam kebingungannya sang rubah bertemu dengan unta yang sedang merendam tubuhnya di sungai, “Halo sobat” sapa rubah dengan akrab. “Halo teman kecil” jawab unta.
“Apakah air sungai ini dalam, sobat?” Tanya rubah
“Tidak, hanya sebatas lutut saja” jawab unta “Coba lihat tubuhku, seandainya sungai ini dalam tentunya hanya kepalaku yang akan kelihatan” sambung unta.
Ketika keduanya asyik mengobrol tiba-tiba muncul pak beruang dari dalam hutan, tanpa berfikir panjang sang rubah pun langsung loncat ke sungai. Unta ynag melihat rubah melompat keheranan karena setelah sampai di air dia tak muncul-muncul lagi, hanya terlihat gelembung air di permukaan seperti air mendidih, rubah yang ternyata tidak bisa berenang tenggelam dan segera ditolong oleh unta dengan mengankatnya naik ke daratan. Setelah siuman dia malah memarahi “ternyata kamu bohong, bilangnya hanya sampa lutut saja kenapa saya bisa tenggelam”
“Unta tidak bohong, coba kamu lihat air sungai batasnya sampai lutut kan, tapi kalau kamu di atas kepala ha..ha..ha…” jawab kancil yang juga muncul dari dalam hutan. Mereka pun tertawa semuanya.

1 comment:

Terima kasih Komentar dan sarannya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...