Pages

Tuesday, April 2, 2013

Kisah Kucing, tikus dan sepotong keju



Suatu malam, tikus dan kucing menemukan sebongkah keju besar. Mereka begitu senang , Mereka dengan hati-hati  membawanya  di loteng rumah sebelah.
Kucing bukanlah teman baik. Dia tidak ingin membagi keju tersebut, dan karena itu, ia mencoba untuk menemukan cara untuk makan keju secara diam-diam. Dia berkata  kepada tikus yang baik hati, "hai teman, keponakan saya sakit saya harus pergi mengunjunginya.," Katanya sedih.
"Saya turut bersedih mendengar hal itu, teman. Ya, saya pikir, Kamu harus pergi  mengunjunginya saya berharap semoga keponakan Anda segera sembuh," kata tikus.
Setelah itu, kucing dengan cepat pergi ke loteng dan memakan keju tersebut.  Ia makan sepertiga dari keju itu.
Tiga hari kemudian, kucing berkata kepada tikus bahwa ia akan mengunjungi adiknya. Dia mengatakan bahwa adiknya baru saja melahirkan. Lagi-lagi, kucing membohongi tikus karena ia naik ke loteng untuk makan keju, tinggal sedikit keju yang tersisa.
Sepuluh hari kemudian, kucing ingin makan keju lagi. Jadi dia menemui sang tikus dan berkata
"Saya ingin mengunjungi nenek saya," kata kucing
kepada tikus. "Oke, sampaikan salamku padanya, ya?" jawab mouse. Kucing berlari ke loteng dengan segera. Kali ini, kucing memakan habis semua sisa keju.
Ketika musim dingin datang, tikus akhirnya tahu bahwa sudah tidak ada keju yang tersisa di loteng. Dia akhirnya menyadari bahwa kucing telah bersamanya sepanjang waktu. Tikus sangat kecewa dan marah, dia berteriak, "Kamu bukan teman baikku lagi!"

English Version....

Monday, April 1, 2013

Kisah Legenda Air Hujan

Pada suatu waktu hiduplah keluarga awan, Papa awan, Mama awan, dan anak-anak awan yang hidup dengan tenang di langit.
Setiap pagi, anak-anak awan ke taman langit untuk bermain pelosotan. tapi pada saat itu cuma satu papan pelosotan, mereka harus bergantian untuk bermain pelosotan. Lody anak awan yang paling bungsu, kurang sabar. Dia tidak sabar menunggu giliran. Saudaranya yang bernama Tody, tidak suka dengan sikap adiknya. Dan akhirnya mereka berkelahi, warna tubuhnya pun berubah menjadi abu-abu. itu berarti bahwa mereka sangat marah. Ketika awan-awan itu marah, biasanya air akan keluar dari tubuhnya dan itulah menjadi air hujan di bumi.
"Berhenti, anakku! jangan berkelahi!" kata Papa Awan
"Kamu dapat  bermain dengan pelosotan itu bergantian. sekarang, kalian berdua jabat tangan!" pinta Papa Awan.
Lody dan Tody berjabat tangan dan dengan segera warnanya kembali seperti semula. tubuhnya kembali menjadi putih. dan hujanpun berhenti di bumi dan orang bisa melanjutkan aktivitas mereka kembali.

Kisah Junha dan Tukang Roti



Pada suatu ketika, ada sebuah desa kecil di Baghdad, dengan sedikit penduduk. Di desa ini, semua orang tahu satu sama lain dan setiap masalah yang ada di desa. Ada sebuah toko roti yang populer dengan kelezatannya.
Suatu hari, seorang laki-laki malang berjalan di sepanjang jalan, saat dia lewat, toko roti, dia berhenti untuk mencium aroma roti.
Tiba-tiba, tukang roti menangkap orang tua itu dan berkata padanya,bahwa dia akan  menuntut harga aroma roti itu. Dia suadh hampir membawanya ke polisi.
Orang bijak yang sangat terkenal bernama Junha mendengar teriakan tukang roti. Jadi, dia mendekatinya dan bertanya tentang masalah yang dihadapinya. Junha berdiri dengan tenang mendengarkan pengakuan tukang roti tersebut, sambil memikirnkan solusinya.
Setelah beberapa menit, dia tersenyum, Dia bertanya kepada tukang roti, "Berapa harga yang Anda inginkan untuk aroma roti tersebut?"  Tukang Roti dan orang miskin itu terkejut, tapi tukang roti menjawab, "3 dinar." Junha mengambil uang dari dompetnya dan memasukkannya ke dalam saku dan mengguncang uang. "Apakah Anda mendengar suara uang?" Junha bertanya. "Ya, Saya mendengarnya," jawab tukang roti dan dengan senyum lebar Junha berkata," Kalau begitu, ini biaya yang sama dengan aroma roti Anda. "

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...