Pages

Wednesday, December 11, 2013

Kisah ibu tiri yang baik


Pada zaman dahulu kala, ada seorang penyihir tua yang  sangat kejam dan suka makan orang.Suatu hari, si penyihir menangkap dua anak laki-laki, yang bernama Hansel dan Gretel. Penyihir tua mengunci Hansel dalam kurungan dan menyuruh Gretel untuk membersihkan rumah. Dia merencanakan untuk memakan mereka berdua. Setiap malam anak-anak tersebut menangis dan memohon kepada penyihir untuk membebaskan mereka.
Sementara itu, sang  ibu tiri di rumah selalu mereka memikirkan mereka. Dia sangat merindukan mereka. Kemudian, ia mulai berharap bahwa dia tidak akan pernah kehilangan  anak-anaknya. "Aku harus menemukan mereka," katanya danlangsung  berangkat ke hutan.
Beberapa jam kemudian, ketika dia sudah mulai merasa lelah berjalan dan bibirnya mulai kering karena kehausan, dia mendatang sebuah pondok yang ternyata milik penyihir yang menculik anak-anaknya. Sang ibu tiri pun mengintip melalui jendela. Hatinya berteriak (senang) ketika dia melihat kedua anaknya di dalam.
Dia mengambil sapu dan menyandarkan ke pintu dan merangkak dalam. Sang penyihir sedang memasak air dalam oven, tanpa dia sadari ibu tiri mendorong dengan kuat dan akhirnya penyihir tersebut  jatuh ke dalam oven (air mendidih) dan ibu tiri pun menutup oven tersebut.
"Anak-anakku, saya telah datang untuk menyelamatkan kalian," katanya, sambil memeluk mereka erat-erat. Saya telah melakukan hal yang mengerikan. Biarkan aku membawamu pulang dan kitai menjadi keluarga lagi. Mereka kembali ke rumah mereka dan ibu tiri menjadi ibu terbaik yang menjadi harapan siapa pun untuk memilikinya, dan tentu saja mereka hidup bahagia selamanya.


Saturday, December 7, 2013

Tantangan Burung Gagak




Dua ekor burung gagak saling menantang siapakah yang bisa terbang paling tinggi dengan membawa kantongan yang disi dengan benda yang disepakati mereka.
Gagak pertama mengisi kantongannya dengan kapas dan menertawai gagak kedua yang mengisi kantongannya dengan garam yang lebih berat dari pada miliknya.
Ketika mereka sudah terbang ke atas awalnya Gagak pertama jauh meninggalkan gagak kedua karena beban yang dibawanya lebih ringan dari pada Gagak kedua, namun tiba-tiba mulai turun hujan, sebgaiaman harapan Gagak kedua garam yang dibawanya akan larut bersama air hujan, sementara kapas yang dibawa oleh Gagak pertama menyerap air dan membuat semakin berat dan berat, dan akhirnya dia mengaku kalah.

Thursday, December 5, 2013

SETENGAH JAM SAJA



Seperti biasa Michael, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Elvin, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur?” sapa Michael sambil mencium anaknya.
Biasanya, Elvin memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Elvin menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa? Mau minta uang lagi, ya?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?”
Elvin berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Michael beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Elvin berlari mengikutinya.
“Kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Michael.
Tetapi Elvin tak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Elvin kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”
“Tapi, Papa…” Kesabaran Michael habis.
“Papa bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Elvin.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Michael nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Elvin di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Elvin didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Michael berkata..(selanjutnya)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...