Pages

Showing posts with label Cerita Narrative Teks. Show all posts
Showing posts with label Cerita Narrative Teks. Show all posts

Thursday, February 27, 2014

Kisah Rubah dan Kambing



Pernahkah Anda mendengar cerita tentang rubah?  Rubah dikenal sebagai hewan licik yang suka menipu hewan lain dengan trik-triknya.
Pada suatu hari di musim panas saat semua kolam dan sungai menjadi kering, rubah berjalan keliling untuk mencari air minum. Akhirnya ia menemukan sebuah sumur tua di mana di dalamnya terdapat sedikit air. Tapi sumur itu sangat dalam dan tidak bias menjangkau air yang ada di dlamamnya.
         Dia
terus mencoba dan mencoba untuk mencapainya (mengambinya) tapi akhirnya ia terjatuh ke dalam sumur dan tak  bisa keluar. Dia hanya seperti mangsa masuk dalam perangkap.
Tak lama berselnag seekor kambing datang ke sumur (mencari air)  melihat seekor rubah di dalamnya. Dia pun bertanya rubah, "Seperti apa sih air di bawah sana?"
"Air di sini sangat enak, dan saya tidak bisa berhenti minum" kata rubah. "Mengapa kamu tidak turun dan mencobanya sendiri?"
Kambing pun langsung melompat turun. Begitu ia sampai di bawah, rubah naik di punggungnya dan melompat keluar dari sumur.

Wednesday, December 11, 2013

Kisah ibu tiri yang baik


Pada zaman dahulu kala, ada seorang penyihir tua yang  sangat kejam dan suka makan orang.Suatu hari, si penyihir menangkap dua anak laki-laki, yang bernama Hansel dan Gretel. Penyihir tua mengunci Hansel dalam kurungan dan menyuruh Gretel untuk membersihkan rumah. Dia merencanakan untuk memakan mereka berdua. Setiap malam anak-anak tersebut menangis dan memohon kepada penyihir untuk membebaskan mereka.
Sementara itu, sang  ibu tiri di rumah selalu mereka memikirkan mereka. Dia sangat merindukan mereka. Kemudian, ia mulai berharap bahwa dia tidak akan pernah kehilangan  anak-anaknya. "Aku harus menemukan mereka," katanya danlangsung  berangkat ke hutan.
Beberapa jam kemudian, ketika dia sudah mulai merasa lelah berjalan dan bibirnya mulai kering karena kehausan, dia mendatang sebuah pondok yang ternyata milik penyihir yang menculik anak-anaknya. Sang ibu tiri pun mengintip melalui jendela. Hatinya berteriak (senang) ketika dia melihat kedua anaknya di dalam.
Dia mengambil sapu dan menyandarkan ke pintu dan merangkak dalam. Sang penyihir sedang memasak air dalam oven, tanpa dia sadari ibu tiri mendorong dengan kuat dan akhirnya penyihir tersebut  jatuh ke dalam oven (air mendidih) dan ibu tiri pun menutup oven tersebut.
"Anak-anakku, saya telah datang untuk menyelamatkan kalian," katanya, sambil memeluk mereka erat-erat. Saya telah melakukan hal yang mengerikan. Biarkan aku membawamu pulang dan kitai menjadi keluarga lagi. Mereka kembali ke rumah mereka dan ibu tiri menjadi ibu terbaik yang menjadi harapan siapa pun untuk memilikinya, dan tentu saja mereka hidup bahagia selamanya.


Saturday, December 7, 2013

Tantangan Burung Gagak




Dua ekor burung gagak saling menantang siapakah yang bisa terbang paling tinggi dengan membawa kantongan yang disi dengan benda yang disepakati mereka.
Gagak pertama mengisi kantongannya dengan kapas dan menertawai gagak kedua yang mengisi kantongannya dengan garam yang lebih berat dari pada miliknya.
Ketika mereka sudah terbang ke atas awalnya Gagak pertama jauh meninggalkan gagak kedua karena beban yang dibawanya lebih ringan dari pada Gagak kedua, namun tiba-tiba mulai turun hujan, sebgaiaman harapan Gagak kedua garam yang dibawanya akan larut bersama air hujan, sementara kapas yang dibawa oleh Gagak pertama menyerap air dan membuat semakin berat dan berat, dan akhirnya dia mengaku kalah.

Wednesday, May 29, 2013

Legenda Bunga Pohon Apel



Kisah Pohon Apel  dan Dandelion (Rumput)   
 
 Saat itu musim semi, sebuah pohon apel mengeluarkan bunga-bunga kecil terang. bunga-bunga kecil tersebut  begitu indah bahkan seorang sang putri pun sangat terkesan olehnya.
Sang Putri mengambil beberapa cabang pohon apel tersebut dan menyimpannya dalam vas mahal dan menempatkan di lorong istana.
Cabang pohon apel sangat bangga atas penghargaan ini atas keindahan yang dia miliki. Melalui jendela  dia menyaksikan bunga-bunga di taman dan padang rumput, dan dia mengejek  mereka atas kelemahan mereka (tidak indah), terutama dandelion rendah hati, karena anak kecil pun bisa menghamburkan benih mereka, menerbangkannya dan mereka tak berdaya. Ia kasihan terhadap nasib mereka yang begitu berbeda dengannya. Pada saat yang sama, ia membanggakan bentuknya, kecantikannya, dan vas mahal. Dan juga terik matahari menyengat dandelion di taman namun itu semua tidak terjadi pada dirinya.
Suatu hari, sang putri membawa dandelion untuk dilukis, dan memasukkannya ke dalam vas yang sama seperti cabang apel berbunga. Selain keindahan dan kelembutan dari bunga padang rumput, membuat angin terpesona, bunga-bunga putih apel tumbuh berubah menjadi agak merah, karena malu.

English Version.....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...