Pages

Sunday, December 15, 2013

Kisah Sebuah Guci

Pada suatu hari sepasang suami istri yang baru menikah, berbulan madu di Cina. Saat berjalan-jalan di sebuah galeri seni, mereka menemukan sebuah guci yang indah sekali. Mereka melihat harga yang tercantum di label guci itu, tertulis angka 40.000 USD !
“Sangat mahal” kata si istri.
“Ya, tentu !” tiba-tiba pelayan galeri itu berkata, “Guci ini dibuat sekitar 400 tahun lalu, sangat klasik, tetapi tetap indah dan utuh, karena ia dibuat oleh seorang maestro seni yang luar biasa, pembuatnya adalah seniman sejati, guci yang dibuatnya selalu berkualitas tinggi dan bernilai seni tinggi, sekalipun sudah berusia ratusan tahun.
“Tak disangka, guci itu tiba-tiba berkata.
“Tak tahukah kalian bahwa aku sebenarnya hanya seonggok tanah liat bau yang tak berguna?”
Orang-orang itu hanya melongo,
“Saat itu tuanku menemukan aku, memukul-mukulkan aku pada sebuah papan, hingga pasir dan kerikil dalam tubuhku keluar semua.. sakit sekali rasanya”
Sang guci melanjutkan ceritanya.
“Tidak hanya itu, selanjutnya ia menaruhku di atas batu yang berputar; dan dengan segera dia memutar-mutar dan mulai mengikis dan membentuk tubuhku. Aku tidak tahan.. pusing.. tolong hentikan.. sakit.. itu yang kuteriakkan, tetapi tuanku hanya berkata: belum saatnya”
“Sesudah itu dia meletakkan aku di sebuah ruangan di atas panggangan api, tahukah kalian, betapa panasnya itu? perlahan-lahan tubuhku yang lembek dan hitam berubah menjadi kaku dan memerah.. panas.. tolong hentikan.. itu yang kuteriakkan, tetapi tuanku tersenyum dan hanya berkata: belum saatnya”
“Sesudah itu, tuanku mengeluarkan dari ruangan itu, dan ia mulai menggoreskan cat-cat pada tubuhku.. saat tubuhku masih panas dan memerah.. pedih sekali rasanya.. seluruh kulitku terasa seperti disiram api.. aku hanya bisa menangis dan berkata.. tolong hentikan.. aku tidak kuat.. tetapi tuanku berkata: belum saatnya”
“Sesudah tubuhku berlumuran cat, tuanku memasukkanku lagi ke ruangan tadi dan mulai memanggangku lagi.. kali ini panas yang kurasakan luar biasa, mungkin beberapa kali lipat dari panas yang tadi… tolooong.. sakiiitt…. itu yang bisa kuucapkan, tetapi tuanku hanya berkata: belum saatnya, tinggal sebentar lagi”
“Setelah beberapa jam di panggangan itu, aku mulai melihat kulitku perlahan-lahan mulai memutih dan sangat keras.. lebih keras dari sebelumnya.. sakit dari sekujur tubuhku aku rasakan. Perlahan-lahan tuanku mengeluarkan aku dari ruangan itu.. membersihkan tubuhku dengan lap sutra dan memberiku tempat di atas sebuah meja yang indah..”
“Beberapa hari kemudian, sakitku mulai hilang, dan ajaib, aku merasa sangat kuat. Perlahan-lahan aku mulai sadar, bahwa aku telah berubah menjadi guci yang sangat cantik, seorang raja bersedia membeliku dengan harga yang sangat tinggi”
“Semenjak itu, aku tidak pernah bertemu dengan tuanku lagi, tetapi yang aku tahu, semenjak raja itu membeliku, aku selalu berada di tempat yang indah dan tinggi, agar semua orang bisa melihatku, semua orang bangga dapat memiliki dan melihat aku, aku pun yakin kalian semua pasti ingin berfoto didekatku. Dulu, pernah ada dua kerajaan bertempur cuma gara-gara memperebutkan aku…”
“Oohh betapa bahagianya aku, seandainya bisa bertemu dengan tuanku sekali lagi.. aku ingin mengucapkan terima kasih.. akan karyanya yang sangat indah di hidupku”

Wednesday, December 11, 2013

Kisah ibu tiri yang baik


Pada zaman dahulu kala, ada seorang penyihir tua yang  sangat kejam dan suka makan orang.Suatu hari, si penyihir menangkap dua anak laki-laki, yang bernama Hansel dan Gretel. Penyihir tua mengunci Hansel dalam kurungan dan menyuruh Gretel untuk membersihkan rumah. Dia merencanakan untuk memakan mereka berdua. Setiap malam anak-anak tersebut menangis dan memohon kepada penyihir untuk membebaskan mereka.
Sementara itu, sang  ibu tiri di rumah selalu mereka memikirkan mereka. Dia sangat merindukan mereka. Kemudian, ia mulai berharap bahwa dia tidak akan pernah kehilangan  anak-anaknya. "Aku harus menemukan mereka," katanya danlangsung  berangkat ke hutan.
Beberapa jam kemudian, ketika dia sudah mulai merasa lelah berjalan dan bibirnya mulai kering karena kehausan, dia mendatang sebuah pondok yang ternyata milik penyihir yang menculik anak-anaknya. Sang ibu tiri pun mengintip melalui jendela. Hatinya berteriak (senang) ketika dia melihat kedua anaknya di dalam.
Dia mengambil sapu dan menyandarkan ke pintu dan merangkak dalam. Sang penyihir sedang memasak air dalam oven, tanpa dia sadari ibu tiri mendorong dengan kuat dan akhirnya penyihir tersebut  jatuh ke dalam oven (air mendidih) dan ibu tiri pun menutup oven tersebut.
"Anak-anakku, saya telah datang untuk menyelamatkan kalian," katanya, sambil memeluk mereka erat-erat. Saya telah melakukan hal yang mengerikan. Biarkan aku membawamu pulang dan kitai menjadi keluarga lagi. Mereka kembali ke rumah mereka dan ibu tiri menjadi ibu terbaik yang menjadi harapan siapa pun untuk memilikinya, dan tentu saja mereka hidup bahagia selamanya.


Saturday, December 7, 2013

Tantangan Burung Gagak




Dua ekor burung gagak saling menantang siapakah yang bisa terbang paling tinggi dengan membawa kantongan yang disi dengan benda yang disepakati mereka.
Gagak pertama mengisi kantongannya dengan kapas dan menertawai gagak kedua yang mengisi kantongannya dengan garam yang lebih berat dari pada miliknya.
Ketika mereka sudah terbang ke atas awalnya Gagak pertama jauh meninggalkan gagak kedua karena beban yang dibawanya lebih ringan dari pada Gagak kedua, namun tiba-tiba mulai turun hujan, sebgaiaman harapan Gagak kedua garam yang dibawanya akan larut bersama air hujan, sementara kapas yang dibawa oleh Gagak pertama menyerap air dan membuat semakin berat dan berat, dan akhirnya dia mengaku kalah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...