Pages

Monday, October 28, 2013

DUA ELANG DAN SEEKOR KATAK

Tiga binatang adalah teman sekarib; dua ekor elang yang besar perkasa dan seekor katak mungil. Sesungguhnya seekor katak merupakan santapan lezat sang elang. Namun bukan mustahil sesuatu yang luar biasa bias terjadi. Dan itu mungkin yang disebut sebagai keajaiban. Ketika sang rajawali hinggap dipinggir sebuah kubangan, mereka menemukan seekor katak, walau kecil namun menarik dan mampu meluluh-lantakan ketamakan hati kedua elang itu. Perlahan mereka bersahabat, ada kasih, ada cinta, ada sayang yang terjalin di antara mereka.
Perlahan musimpun kini beralih. Belahan bumi bagian utara tempat di mana ketiga sekawan itu hidup kini perlahan dingin. Dan di awal musim dingin kawanan burung akan hijrah, terbang jauh ke belahan selatan yang lebih hangat. Kedua elangpun akan melakukan perjalanan yang sama, meninggalkan arus dingin yang bakal tiba dalam beberapa hari.
Sebuah perpisahan adalah saat yang sedih. Ada kesedihan bercokol dalam di dasar sanubari. Ada ratap tangis, ada air mata, ada kepedihan. Mereka tak meratapi perpisahan ini, tetapi menangisi saat pertemuan dulu. Mengapa hal itu terjadi? Mengapa mereka dulu pernah bertemu dan saling menjalin cinta? Namun menangisi masa silam sama halnya dengan kehampaan. Mereka harus melihat kenyataan saat kini.
"Seandainya engkau bisa terbang tinggi di angkasa raya..." demikian sang elang berkata-kata, "maka kita tak akan harus berpisah!" Sang katak yang kerdil kini berpikir keras mencari jalan, dan akhirnya muncul dengan sebuah gagasan gemilang. Ia membawa sebuah tongkat. Dengan paruhnya masing-masing kedua elang itu memegang kedua ujung tongkat, dan sang katak dengan mulutnya memegang erat di bagian tengah tongkat itu. Maka terjadilah... Ketiga binatang itu bersama-sama terbang riang di angkasa biru.
Semua binatang lain mengangkat wajah melihat keajaiban di atas sana. "Oh...Betapa hebatnya. Katakpun bisa terbang tinggi. Seandainya aku bisa terbang di langit biru." Demikian mereka berdecak kagum. Mendengar decakan kagum itu sang katak menjadi sangat bangga. Dalam hatinya ia tak henti-hentinya berkata pada dirinya sendiri, "Kalau bukan karena kepintaranku maka keajaiban ini tak akan pernah terjadi."
Tak lama berselang sebuah suara teriakan nyaring terdengar di telinga sang katak; "Wah...! Siapakah yang sedemikian pintarnya menemukan cara gemilang ini sehingga sang katakpun bisa terbang tinggi?"
Sang katak kini tak mampu menahan diri. Ia ingin agar semua orang tahu bahwa hal ajaib ini terjadi karena kehebatannya. Karena itu dengan sekuat tenaganya sang katak membuka mulut dan berteriak; "Ini adalah hasil pikiran sa..." Sayang...seribu sayang! Sebelum ia mampu menyelesaikan kata-katanya, ia telah terjerembab jatuh, badannya menghantam wadas keras, dan seketika itu juga menjadi seonggok sampah tak bermakna.
Seandainya sang katak tak berkoar mewartakan kebesaran dirinya sendiri, maka mereka akan bersama-sama tiba di dunia baru, dunia yang penuh kehangatan.

[ Kumpulan Video, Audio dan Kisah Inspirasi/Motivasi  ]

Wednesday, May 29, 2013

Legenda Bunga Pohon Apel



Kisah Pohon Apel  dan Dandelion (Rumput)   
 
 Saat itu musim semi, sebuah pohon apel mengeluarkan bunga-bunga kecil terang. bunga-bunga kecil tersebut  begitu indah bahkan seorang sang putri pun sangat terkesan olehnya.
Sang Putri mengambil beberapa cabang pohon apel tersebut dan menyimpannya dalam vas mahal dan menempatkan di lorong istana.
Cabang pohon apel sangat bangga atas penghargaan ini atas keindahan yang dia miliki. Melalui jendela  dia menyaksikan bunga-bunga di taman dan padang rumput, dan dia mengejek  mereka atas kelemahan mereka (tidak indah), terutama dandelion rendah hati, karena anak kecil pun bisa menghamburkan benih mereka, menerbangkannya dan mereka tak berdaya. Ia kasihan terhadap nasib mereka yang begitu berbeda dengannya. Pada saat yang sama, ia membanggakan bentuknya, kecantikannya, dan vas mahal. Dan juga terik matahari menyengat dandelion di taman namun itu semua tidak terjadi pada dirinya.
Suatu hari, sang putri membawa dandelion untuk dilukis, dan memasukkannya ke dalam vas yang sama seperti cabang apel berbunga. Selain keindahan dan kelembutan dari bunga padang rumput, membuat angin terpesona, bunga-bunga putih apel tumbuh berubah menjadi agak merah, karena malu.

English Version.....

Sunday, May 26, 2013

Kisah Viper, Katak dan Ular Air





Seekor viper sering pergi minum di kolam dimana ada seekor ular air mengklaim sebagai miliknya. kedua ular itu pun memutuskan bahwa mereka harus menyelesaikan masalah dengan perkelahian. Katak yang menjadi musuh abadi ular air, tentunya mendukung viper.
Pada hari yang sudah ditentukan, katak-katak mulai bersorak memberikan dukungan kepada Viper, karena mereka tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. The viper memenangkan perkelahian tersebut, dan setelah itu katak meminta kepada Viper yang menang agar diberikan bagian mereka atau membagikan apa yang tela dirampasnya. Kemudian viper mulai bersiul dan katak pun menjadi bingung.
"Saya membayar anda dengan cara yang sama anda membantu saya," kata viper.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...