Pages

Showing posts with label kisah islami. Show all posts
Showing posts with label kisah islami. Show all posts

Thursday, May 23, 2013

Kisah Pedagang Kaya dengan Empat Istrinya

 Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai empat orang isteri. Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya. Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.

Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri ketiganya ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini akan lari dengan lelaki yang lain.
Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya. Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian. Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan isterinya yang kedua ini. dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.
Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami. Akan tetapi si pedangang tidak begitu mencintainya. Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu memperdulikannya.
Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, “Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.”
Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada isteri keempatnya, “Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?” Isteri keempatnya terdiam. “Tentu saja tidak!” jawab isterinya yang keempat, dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi. Jawapan itu sangat menyakitkan hati seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya.
Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya, “Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?”. Isteri ketiganya menjawab, “Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati”. Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.
Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, “Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku?” Si isteri kedua menjawab perlahan, “Maafkan aku…aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu.”
Jawapan itu seperti kilat yang menyambar. Si pedagang kini berasa putus asa. Tiba-tiba terdengar satu suara, “Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.” Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati isteri pertamanya yang berkata begitu. Isteri pertamanya tampak begitu kurus. Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang lalu berguman, “Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku.”
Teman, sesungguhnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini;
ISTERI KEEMPAT adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.
ISTERI KETIGA adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
ISTERI KEDUA pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburla mereka akan menemani kita.
DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.
Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal kemudian hari!


Sumber : Forum IndoGamers

Wednesday, May 22, 2013

Kisah Seorang bayi dan dua orang Ibu


Pada suatu masa hiduplah dua orang ibu dalam satu rumah. Keduanya memiliki seorang bayi. Pada suatu malam salah satu dari bayi mereka meniggal dunia. Ibu yang bayinya meninggal mengambil bayi ibu yang satunya dan menukar dengan bayinya yang sudah meninggal dunia.
 Pada saat pagi tiba keduanya mengakui bayi yang masih hidup itu adalah bayinya.
“Ini bayi saya. Yang meninggal itu adalah bayimu,” kata salah satu ibu tersebut
“Tidak, bayi yang sudah meniggal itu adalah bayimu. Bayi yang masih hidup ini adalah bayiku,” kata ibu yang satunya.
Keduanya masing-masing mengakui bayi yang hidup itu adalah bayi mereka, dan tidak orang yang bias memutuskan atau menentukan siapakah ibu yang sebenarnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengadu kepada Solomon (Nabi Sulaeman), raja yang bijaksana pada Zaman itu.
Ketika Raja Sulaeman mendengar cerita mereka, dia mengatakan “belah bayi itu menjadi dua, dan berikan kepada mereka masing-masing sebelah dari bayi tersebut.”
“Itu ide yang bagus,” Kata Ibu yang telah meninggal anaknya.
“Berikan saja bayi itu kepadanya. Saya siap mengalah biarkan saja bayi itu menjadi miliknya. Tapi jangan dibelah (dibunuh),” kata ibu bayi yang sebenarnya.
“Berikan bayi tersebut kepada wanita ini,” kata Raja. “Dialah ibu yang sebenarnya dari bayi tersebut.”

Sumber : English Version....

Tuesday, May 21, 2013

Kisah Al-Qass dan Gadis Penyanyi


Ada seorang pemuda bernama Al-Qass. Al Qass adalah orang yang paling baik ibadahnya di mata penduduk mekkah. Pada suatu hari ia bertemu dengan Sallamah, gadis pinangan orang Quraisy. Lalu Al-Qass menndengar nyanyiannya dan berhenti untuk mendengarkannya.
Pada saat itulah majikan gadis itu melihat Al-Qass dan berkata, “Maukah Anda masuk untuk mendengarkannya?” awalnya Al-Qass berpura-pura tidak mau hingga kemudian gadis itu mengijinkannya.
Al-Qass berkata “Tempatkan saya di tempat yang sepi agar saya tidak dapat melihat ia dan ia tidak melihatku.” Kemudian Al-Qass masuk, dan gadis itu pun kembali bernyanyi.
Gadis itu tertarik kepadanya. Majikannya pun menawarkan kepada Al-Qass untuk berkenalan dengannya, tetapi Al-Qass tidak berkenan.
Pada sustu hari gadis itu berkata kepada Al-Qass. “ Sungguh, aku mencintaimu!”
“Saya juga mencintaimu,” balas Al-Qass
“Saya ingin sekali mengecupmu.”
“Saya juga.”
“Saya ingin memelukmu.”
“Saya juga”
“Namun mengapa anda tidak melakukannya? Sungguh tempat ini benar-benar sepi!” Gadis itu heran
“Saya mendengar Allah berfirman yang artinya: Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa (Q.S. Az-Zukhruf : 67)”
“Saya tidak ingin kasih sayang antara diriku dan dirimu berybah menjadi permusuhan di ahri kiamat,” tambah Al-Qass.
Lalu gadis itu berkata, “Wahai Al-Qass! Apakah Tuhanku dan Tuhanmu menerima kita kalau bertobat kepadanya?”
“Ya! Tetapi saya tidak aman dari kematian yang dating dengan tiba-tiba.” Kemudian Al-Qass berdiri kedua matanya berlinangan air mata. Setelah itu ia tidak pernah kembali lagi ke tempat itu dan ia beribadah seperti sedia kala.

Hikmah : Mereka menghindari ketika masih haram. Dan Allah memuliakan mereka. Semoga kita termasuk orang-orang yang diselamatkan Allah dan didekatkan kepada kemuliaan yang dihalalkan dan diridhai, setelah kita mencoba mengelak ketika masih haram.

Friday, May 3, 2013

Kisah Cincin Nabi Sulaeman

Pada suatu hari nabi Sulaiman as akan pergi ke kamar kecil, maka cincin tersebut dititipkan kepada bawahan yang dipercayainya. Di atas cincin itu tertulis nama Allah SWT. Ketika Nabi Sulaiman as berada di kamar kecil itulah setan datang dan mendekati bawahannya yang membawa cincin. Rupa dan bentuk setan itu sama persis dengan Nabi Sulaiman as. Sang ajudan pun tidak ragu sedikitpun, lalu diserahkannya cincin itu kepada setan yang menjelma menjadi Nabi Sulaiman as tersebut.
Setelah itu, setan itu memakai cincin itu di jari manisnya. Setan kemudian menghadap para hulu balang dan duduk dengan tenangnya di atas singgasana kerajaan Nabi Sulaiman as. Saat itu pula maka datanglah semua anggota kerajaan baik yang dari golongan jin maupun manusia, para burung dan binatang lainnya. Mereka semua mengira bahwa yang duduk di singgasana itu adalah Nabi Sulaiman as yang asli.
Ketika Nabi Sulaiman as keluar dari kamar kecil, ia meminta cincin dari anak buahnya tadi, dan betapa kagetnya si anak buah karena cincin tadi telah diberikan kepada Sang Raja. Si anak buah dengan wajah agak heran, lalu bertanya kepada Sang Raja,
"Wahai Sang Raja, siapakah Anda ini?"
"Aku adalah Rajamu wahai pengawalku."
"Ampun paduka, bukankah Tuanku tadi telah meminta cincin tersebut lalu segera pergi keluar dan duduk di singgasana kerajaan..?"

Ditolak Penduduk Sekitar
Namanya juga NABI...
Benar saja, Nabi Sulaiman as telah mengetahui bahwa sesungguhnya setanlah yang telah menipu para pengawalnya.
Nabi Sulaiman as akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan istana menuju tempat yang sepi, yaitu di hutan. Dalam perjalanannya yang jauh itu, kadang-kadang beliau terpaksa meminta makanan kepada penduduk sekitar.
Orang-orang kampung bertanya,
"Wahai Saudara, siapakah Anda ini?"
"Aku adalah Sulaiman bin Dawud," jawab Nabi Sulaiman as.
"Kami tidak percaya. Kalau engkau adalah Sulaiman bin Dawud, pastilah engkau memakai cincin yang bertuliskan Allah SWT," sergah salah seorang penduduk.
Orang-orang penduduk sekitar tidak percaya sama sekali dengan pernyataan Nabi Sulaiman as.
Akhirnya Nabi Sulaiman melanjutkan perjalanan lagi, mengembara selama 40 hari 40 malam dengan menanggung rasa lapar yang amat sangat dan pakaian yang compang-camping, lagi kepalanya terbuka. Beliau datang ke pesisir pantai dan berteman dengan para nelayan yang mencari ikan di laut.

Dibantu Anak Buahnya yang Alim
Pada suatu hari, Ashif bin Barkhaya (seseorang yang diberi ilmu oleh Allah SWT, yang juga anak buah Nabi Sulaiman) berkata kepada kaum Bani Israil, bahwa cincin Nabi Sulaiman as telah diambil alih oleh setan, lalu Nabi Sulaiman as pergi. Ketika setan sedang sedang duduk di singgasana kerajaan, Ashif menolak dengan tegas bahwa dia bukanlah Nabi Sulaiman as. Maka setan itu pun akhirnya lari dan membuang cincin itu ke tengah laut dan dimakan ikan.
Dari situlah Allah SWT mengarahkan Nabi-Nya ke tempat para nelayan dengan tujuan agar Nabi Sulaiman as memburu ikan yang menelan cincinnya itu. Atas perintah Allah SWT, ikan itu merapat ke pinggir dan berhasil ditangkat oleh Nabi Sulaiman as. Setelah itu, perut ikan itu dibedah dan ditemukan sebuah cincin yang beliau cari.
Setelah cincin diambil dan dipakai, Nabi Sulaiman as langsung sujud syukur kepada Allah SWT.
Nabi Sulaiman as akhirnya dapat memimpin kerajaannya kembali seperti sedia kala.

Sumber : Kisah Islamiah

Monday, April 22, 2013

Kisah Nabi Sulaeman pada bangsa semut



Suatu hari, Nabi Sulaeman bersama pasukannya sedang bepergian ke sebuah tempat. Di tengah perjalanan, ia segera menghentikan pasukannya. “Tunggu kita melewati sebuah sarang semut. Jangan sampai kita mengganggu mereka, apalagi menginjak salah seekor semut di sini!” seru Nabi Sulaeman sambil turun dari kudanya
Saat itu nabi Sulaeman mendengar raja semut berseru pada rakyatnya, “Wahai rakyatku. Cepatlah kalian menyingkir dan masuk ke dalam sarang. Lihat, Raja Sulaeman dan rombongannya akan melewati tempat ini!”
Demi untuk menghargai bangsa semut, Nabi SUlaeman sampai memerintahkan pasukannya untuk berhati-hati. Padahal dalam kehidupan kita sehari-hari. Padahal dalam kehidupan kita sehari-hari sering kita suka meremehkan semut karena ukurannya yang sangat kecil.

Allah swt. Maha pengasih kepada setiap makhluk-Nya, sehingga Allah swt. Memiliki sifat Ar-Rohmaan.”

Thursday, September 6, 2012

Kisah Nabi Idris dan Malakul Maut

Dikisahkan tentang sebab terangkatnya Nabi Idris a.s. ke syurga. Bahwasanya Nabi Idris a.s. dirindukan oleh Malakul-Maut, karena kagum akan amalnya yang tiap hari tiap malam dinaikkan ke langit sebanyak amal penduduk bumi. Si malaikat mohon idzin dari Allah untuk mengunjunginya. Maka seidzin Allah ia dating mengunjungi Nabi Idris menjelma dalam bentuk manusia dan tinggal bersama sebagai tamu. Nabi Idris yang berpuasa sepanjang masa, bila tiba saat berbuka, datanglah malaikat membawakan

Kisah Buah Tiga Potong Roti



Diriwayatkan  bahwa Nabi Isa as. berkunjung ke suatu desa di mana ada seorang tukang penatu yang diadukan kepada Nabi Isa, karena ia menahan air, meludahi dan mengotorinya. Oleh penduduk desa diminta agar Nabi Isa berdo’a kepada Allah agar si tukang penatu itu tidak dikembalikan lagi ke desa itu jika ia pergi. Maka berdo’alah Nabi Isa: Ya Allah! Utuslah ular kepada orang itu agar
ia tidak kembali hidup. Demikianlah maka ketika si tukang penatu berada di tempat air sedang mencuci pakaian dengan berbekal tiga potong roti. Datanglah padanya  seorang yang turun dari gunung sehabis melakukan ibadah dan berkata: adakah sesuatu makana yang engkau dapat berikan padaku atau memperlihatkannya agar aku lihat  atau cium baunya, karena aku sudah sekian lama tidak makan apa-apa, maka diberikannyalah oleh si tukang penatu sepotong roti dan diterimanya sambil sambil berkata: Hai tukang penatu! Semoga Allah mengampuni dosamu dan menyucikan hatimu, lalau diberinya lagi oleh si tukang penatu sepotong roti yang kedua dan berdo’a lagi orang itu: Semoga Allah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan dating dan ketika diberinya  potong roti yang ketiga berdo’a si hamba itu: Semoga Allah membangun untukmu suatu gedung di Syurga.
Setelah selesai menyuci pakaiannya kembalilah si tukang penatu ke desa dan kembali pula penduduk desa mengadu kepada Nabi Isa yang kemudian memerintahkan untuk dipanggil menghadap. Bertanya Nabi Isa pada si tukang penatu yang dating menghadap: ceritanlah padaku kebajikan apa yang engkau perbuat hari ini? Maka diceritakanlah kisahnya air, roti dan do’a-do’a yang dipanjatksan oleh ahli ibada itu untuk dia.
Cibalah tunjukllan raselmu padaku? Ujar Nabi Isa pada tukang penatu yang segera membukanya dan ternyata di dalamnya terdapat seekor ular hitam, mulutnya terkendali dengan sebuah kendali besi. Melihat itu berkatalah Nabi Isa: hai ular hitam! Tidakkah engkau diutus kepada orang lain? Betul hai Nabi Allah, jawab si ular, tetapi datanglah seorang dari gunung meminta-minta dan diberinya oleh orang ini tiga potong roti yang dibalsnya dengan panjatan tiga do’a, pada saat mana ada malaikat berdiri yang menyambut do’a itu dengan kata “amin”, kemudian Allah mengutus malaikat yang mengendalikan aku dengan kendali besi ini. Mendengar itu semua, berkatalah Nabi Isa as. Kepada si tukang penatu: Teruskanlah pekerjaanmu, Allah telah memberi ampun padamu (Tanbihul ghafiln)

  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...