Pages

Wednesday, May 22, 2013

Kisah Seorang bayi dan dua orang Ibu


Pada suatu masa hiduplah dua orang ibu dalam satu rumah. Keduanya memiliki seorang bayi. Pada suatu malam salah satu dari bayi mereka meniggal dunia. Ibu yang bayinya meninggal mengambil bayi ibu yang satunya dan menukar dengan bayinya yang sudah meninggal dunia.
 Pada saat pagi tiba keduanya mengakui bayi yang masih hidup itu adalah bayinya.
“Ini bayi saya. Yang meninggal itu adalah bayimu,” kata salah satu ibu tersebut
“Tidak, bayi yang sudah meniggal itu adalah bayimu. Bayi yang masih hidup ini adalah bayiku,” kata ibu yang satunya.
Keduanya masing-masing mengakui bayi yang hidup itu adalah bayi mereka, dan tidak orang yang bias memutuskan atau menentukan siapakah ibu yang sebenarnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengadu kepada Solomon (Nabi Sulaeman), raja yang bijaksana pada Zaman itu.
Ketika Raja Sulaeman mendengar cerita mereka, dia mengatakan “belah bayi itu menjadi dua, dan berikan kepada mereka masing-masing sebelah dari bayi tersebut.”
“Itu ide yang bagus,” Kata Ibu yang telah meninggal anaknya.
“Berikan saja bayi itu kepadanya. Saya siap mengalah biarkan saja bayi itu menjadi miliknya. Tapi jangan dibelah (dibunuh),” kata ibu bayi yang sebenarnya.
“Berikan bayi tersebut kepada wanita ini,” kata Raja. “Dialah ibu yang sebenarnya dari bayi tersebut.”

Sumber : English Version....

Tuesday, May 21, 2013

Kisah Raja dan Engrang



Raja ingin menguji kecerdasan Abunawas. Jadi, ia mengundang Abu ke istana.
"Kau memnaggilku  aku, Yang Mulia?"
"Ya, kamu telah mengelabui / menipu saya stiga kali. Dan itu terlalu banyak. Aku ingin kau meninggalkan negara ini. Jika tidak, kamu akan dimasukkan ke penjara."
"Jika itu yang Anda inginkan," kata Abu sedih, "Aku akan melakukan apa yang Anda katakan."
"Ingat, mulai dari besok kamu tidak boleh menginjak tanah negara ini lagi," kata raja serius. "Ya, Yang Mulia." Abu kemudian meninggalkan istana dengan sedih.
Keesokan harinya raja memerintahkan dua penjaga untuk pergi ke rumah Abu. Mereka terkejut karena  Abu masih ada. Dia sedang berenang di kolam kecil di halaman depan rumahnya.
"Hei, Abu, kenapa kamu tidak meninggalkan negara ini? Raja memerintahkan kamu untuk tidak menginjak tanah negara ini lagi, kan?"
"Tentu saja," jawab Abu tenang. "Tapi, lihat aku. Apakah saya menginjak tanah? Tidak kan, aku berenang. Aku di dalam air."
Para penjaga tidak dapat berdebat dengan Abu. Jadi, mereka pergi dan kembali ke istana untuk melaporkan apa yang mereka lihat. Raja penasaran pada alasan Abu untuk tidak meninggalkan negara, oleh karena itu, ia memanggil Abu. Abu datang ke istana kembali.
"Abu, saya pasti akan menghukum kamu karena kamu tidak melakukan apa yang saya katakan. Dan sekarang, lihatlah dirimu! kamu berjalan di atas Engrang seperti anak kecil. Apakah kamu gila?" kata raja pura-pura marah.
Saya ingat persis apa yang Anda katakan, Yang Mulia, "jawab Abu tenang." Pagi ini saya mandi di kolam renang sehingga saya tidak harus berdiri di tanah. Dan sejak kemarin saya telah berjalan di atas engrang. Jadi Anda lihat, saya tidak menginjak tanah. "
Raja tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia berpikir bahwa Abu benar-benar cerdas. Ia kemudian menawarkan Abu minum. Abu senang dan tersenyum lebar.

Kisah Al-Qass dan Gadis Penyanyi


Ada seorang pemuda bernama Al-Qass. Al Qass adalah orang yang paling baik ibadahnya di mata penduduk mekkah. Pada suatu hari ia bertemu dengan Sallamah, gadis pinangan orang Quraisy. Lalu Al-Qass menndengar nyanyiannya dan berhenti untuk mendengarkannya.
Pada saat itulah majikan gadis itu melihat Al-Qass dan berkata, “Maukah Anda masuk untuk mendengarkannya?” awalnya Al-Qass berpura-pura tidak mau hingga kemudian gadis itu mengijinkannya.
Al-Qass berkata “Tempatkan saya di tempat yang sepi agar saya tidak dapat melihat ia dan ia tidak melihatku.” Kemudian Al-Qass masuk, dan gadis itu pun kembali bernyanyi.
Gadis itu tertarik kepadanya. Majikannya pun menawarkan kepada Al-Qass untuk berkenalan dengannya, tetapi Al-Qass tidak berkenan.
Pada sustu hari gadis itu berkata kepada Al-Qass. “ Sungguh, aku mencintaimu!”
“Saya juga mencintaimu,” balas Al-Qass
“Saya ingin sekali mengecupmu.”
“Saya juga.”
“Saya ingin memelukmu.”
“Saya juga”
“Namun mengapa anda tidak melakukannya? Sungguh tempat ini benar-benar sepi!” Gadis itu heran
“Saya mendengar Allah berfirman yang artinya: Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa (Q.S. Az-Zukhruf : 67)”
“Saya tidak ingin kasih sayang antara diriku dan dirimu berybah menjadi permusuhan di ahri kiamat,” tambah Al-Qass.
Lalu gadis itu berkata, “Wahai Al-Qass! Apakah Tuhanku dan Tuhanmu menerima kita kalau bertobat kepadanya?”
“Ya! Tetapi saya tidak aman dari kematian yang dating dengan tiba-tiba.” Kemudian Al-Qass berdiri kedua matanya berlinangan air mata. Setelah itu ia tidak pernah kembali lagi ke tempat itu dan ia beribadah seperti sedia kala.

Hikmah : Mereka menghindari ketika masih haram. Dan Allah memuliakan mereka. Semoga kita termasuk orang-orang yang diselamatkan Allah dan didekatkan kepada kemuliaan yang dihalalkan dan diridhai, setelah kita mencoba mengelak ketika masih haram.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...